Archive for April, 2006

Akhir Cerita

Thursday, April 27th, 2006

Jalan manusia tak bisa dihitung dari fungsi waktu

Semakin besar bilangan umur,

ternyata tak mencerminkan kedewasaannya

Jumlah usianya tidak menandakan durasi lama hidupnya

Bukan saat gembira panggilan itu datang

Bukan pula saat kaya

Dia menjemputmu kapan pun jika Dia berkehendak

Siapkah diri ini saat menghadapi panggilan itu

walaupun tak bisa berkelit lagi waktunya pasti datang

Dia telah mengingatkan datangnya ajal itu

Dari saudaraku yang paling baik

Dari orang tuaku yang paling tersayang

Dia memanggil tanpa melihat kondisi terbaik keimanan

atau sudah cukupkah amal ini

Tapi tidak segera datang juga kesadaran

atas ajal yang akan datang itu

Ya Allah, semoga kau panggil aku dan saudara2ku dalam keadaan suci

Ampuni orang2 yang mendahului kami

Lapangkan jalan mereka

Dan berikanlah bagi kami kesadaran untuk selalu mengingat ajalmu

-Untuk Caca e39, kauingatkan kami atas kebesaran kuasaNYA-

-we love you-

BANGSA YANG BELAJAR (DAN) MEMBANGUN

Sunday, April 2nd, 2006

Mendung Kelabu di langit kota ini,
bukanlah awan yang selalu membuat kita sedih
Tapi dia adalah tantangan yang harus kau pikirkan
langkah terbaik apa yang bisa kau berikan

Cemohan di media asing itu bukanlah hinaan
Tapi itu harga diri yang harus kau perjuangkan
Jangan dilawan dengan pedang
Karena kita masih punya akal

Harta kita yang mereka bawa lari
bukan untuk kita ratapi
Tanyakan pada diri sendiri
Kapan kita bisa memilikinya sendiri

Aku, kamu, kita berjuang bukan hanya untuk mendapat sesuap nasi
Kepentingan yang tidak perlu coba singkirkan sejenak
Aku ingin bicara denganmu bukan tentang kita berdua

Berjuta orang menggantungkan harapan
kepadamu, mungkin kepadaku, mungkin kepada teman2 kita
atau bahkan juga anak cucu kita

Bukan untuk menyalahkan apa yang telah diperbuat ayahmu
Atau mungkin kesalahan perjuangan kakekku
Bahkan tingkat kognitif Nenek Moyang kita

Aku harus bertanya kepadamu
Sudahkah engkau memikirkan itu semua
Aku sering mencoba berpikir
Tapi aku butuh kamu, kamu dan teman2mu
Kamu butuh aku, aku dan teman2ku

Aku tidak ingin sejengkal pun tanah ini
Tidak memberi manfaat buat bangsaku

Bangsa ini sudah lelah dengan segala carut marut
Apa engkau tidak risih dengan keadaan ini
Bagaimana mereka mau ikut memikirkan negeri ini
Untuk hidup sendiri saja kadang harus kau persulit

Tapi aku yakin engkau pun sedang belajar
Aku juga sedang mulai belajar
Kuharap sudah banyak orang yang ikut memahami
Belajar untuk belajar dan selalu belajar

Karena tiap orang adalah guru
Tiap tempat adalah sekolah
Tiap kejadian adalah pelajaran
Tinggal bagaimana kita mengambil hikmah itu semua