Archive for August, 2006

Seberapa banyak syukur

Thursday, August 24th, 2006

Tersadar dalam jenak, merampas nyaman yang sedang dinikmat

Tiba-tiba bertanya, apa yang sudah dilakukan

Haruskah melakukan sesuatu yang besar

Atau yang hebat seperti kekaguman yang sering melanda

Hujaman tanggung jawab yang terkadang terasa lebih berat dari tubuh, pikulan yang sebenarnya mengharap sejak kecil

Drama ini sebenarnya bukan tiada arti. Ada makna dan arti tersirat, yang bisa memberi arah, hiburan bagi yang lain atau tontonan murahan bagi kaum berada

Tindakan nyata memberi asa, dari pada diam menatap indah. Perubahan adalah suatu hal yang pasti.Ada perih di sana, ada sejuk di sana, ada apa di sana

Orang miskin mengais sampah di depan rumah.Apakah anggapmu itu najis, atau itu iba. Sebagian orang berkata itu teguran, pengingat bahwa ada yang lebih beruntung

Pesakitan yang mendekam di balik jeruji hukum punya cerita lain. Tindakannya bukan untuk membela diri. Mempertahankan hidup adalah dalih yang paling populer. Ketika harus dihadapkan pada beratnya mencari rejeki halal. Anaknya butuh makan, Istrinya sudah meninggalkannya. Karena itu dia memberi contoh yang tak patut. Apakah anggapmu itu najis, atau itu iba. Sebagian orang berkata itu teguran, pengingat bahwa ada yang lebih beruntung

Penjaja koran sore mengejar bus kota, berebutan dengan penjual barang serba lima ribu. Yang lebih dulu masuk bus, punya kesempatan pertama membujuk orang mengeluarkan rupiah. Apakah anggapmu itu najis, atau itu iba. Sebagian orang berkata itu teguran, pengingat bahwa ada yang lebih beruntung

Telpon genggam insinyur berdering memanggil saat empunya baru saja meminta potongan pengadaan barang lagi. Ternyata anaknya sakit lagi, sekali lagi menguras uang yang selama ini dia kumpulkan dengan segala cara. Apakah anggapmu itu najis, atau itu iba. Sebagian orang berkata itu teguran, pengingat bahwa ada yang lebih beruntung

Kadang ada yang harus merasa lebih bersyukur. Cukupkah tamparan ini untuk terus disaksikan, agar kau tak berhenti bersyukur.