Pinangan
Tuesday, October 10th, 2006Berujung dalam takluk perjuangan yang memikul ego,
Takluk di depan angkuhku, atas lembutmu
Pahammu adalah siraman kesejukan
yang tak perlu diartikan oleh tatapan mata, atau anggukan kata "ya"
Penantian yang mungkin telah ada sejak ku dilahirkan
Kau akhirnya menjadi yang pertama
dan kuingin kau menjadi yang terakhir bersamaku
Layaknya adikku yang selalu membuatku ceria,
seperti kakakku yang senantiasa mengingatkan,
atau ibuku yang bersedia merawatku dengan ikhlas,
bahkan menjadi sahabatku yang mengisi semua ruang kosong dalam hidupku,
sebagai rekanku dalam merencanakan jalan menuju akhir,
Kau bukanlah sekedar koki yang memasakkan makanan dengan cinta,
menjadi bukan sekedar jam wekker yang membangunkanku menunaikan panggilannya,
tak hanya nyonya rumah yang menjadi perhiasan utama istanaku,
Ibu dari anak-anakku,
Pendampingku di kala aku jatuh tersungkur,
Pemikulku di saat aku tak berdaya,
Kaulah langit pembenturku di saat aku melambung tinggi,
pengikat kakiku di bumi.
Penyejukku dikala aku panas, penghangatku dikala aku dingin.
Ingin kupinang dirimu setelah Ramadlan ini berlalu,
Kupinang kau dengan segala rendah,
"Alhamdulillahi Bismi Rabbika…"